PT SNS Laporkan Dugaan Pembakaran Aset Perusahaan, Klaim Kerugian Capai Rp15 Miliar

WARTABANGKA.ID, TOBOALI – PT Swarna Nusa Sentosa (PT SNS) resmi melaporkan dugaan pengerusakan dan pembakaran aset perusahaan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Minggu (31/8).

Laporan perubahan perkebunan kelapa sawit tersebut teregister dengan Nomor: LP/B/134/VII/2025/SPKT/POLDA BANGKA BELITUNG.

Insiden ini merupakan kejadian kedua dalam sebulan terakhir. Terbaru kembali terjadi pada Sabtu (30/8) pagi, ratusan massa yang diduga berasal dari Desa Tanjung Labu mendatangi kantor PT SNS. Aksi yang awalnya berupa unjuk rasa berujung ricuh dan anarkis hingga membakar sejumlah fasilitas perusahaan.

Kuasa hukum PT SNS Tito Napitupulu menjelaskan, laporan disampaikan melalui pegawai perusahaan berinisial HA. Dalam laporan tersebut, pihaknya turut menyertakan nama terduga pelaku berinisial R dan D yang diduga memprovokasi warga melalui pengeras suara di Musala Desa Tanjung Labu.

“Sekitar 200 warga mendatangi Kantor PT SNS. Situasi tidak terkendali dan berujung pada pengerusakan serta pembakaran fasilitas perusahaan. Kami resmi melaporkan hal ini ke Polda Babel,” kata Tito, Minggu (31/8).

Akibat peristiwa tersebut, perusahaan mengklaim mengalami kerugian hingga Rp15 miliar. Fasilitas yang rusak antara lain kantor dan gudang solar, 16 mess karyawan, pos keamanan di Camp Putih, 20 mess karyawan di Camp Putih, 3 unit mobil truk, 2 sepeda motor, 5 unit ekskavator, serta bibit sawit.

Ia menambahkan, sebelumnya PT SNS juga telah melaporkan insiden serupa berupa pembakaran alat berat di Jalan Blok R11A/R11BG, kawasan perkebunan perusahaan di Tanjung Labu, Kecamatan Lepar Pongok. Alat berat tersebut dilaporkan hangus terbakar dengan sisa kepulan asap saat tim keamanan bersama pihak Polsek Lepar Pongok tiba di lokasi.

“Ini sudah kejadian kedua dalam waktu berdekatan. Kami berharap Polda Bangka Belitung segera mengusut tuntas dan menangkap para terduga pelaku beserta otak yang mendalangi aksi ini,” pungkasnya. (Ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *