WARTABANGKA.ID, PANGKALPINANG– Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Bangka Belitung (Babel) melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Babel pada Jumat sore (29/8).
Massa menyampaikan tuntutan isu nasional yang dirangkum menjadi 16 tuntutan akumulasi aspirasi dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Kedatangan para mahasiswa disambut oleh Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya.
Setelah menyampaikan orasi di depan gedung DPRD, mahasiswa diajak oleh Ketua DPRD Didit Srigusjaya untuk berdialog di ruang banmus.
Koordinator Wilayah Sumbagsel BEM SI Babel, Ikbal mengatakan 16 tuntutan mereka sampaikan merupakan rangkuman dari aspirasi mahasiswa di seluruh Indonesia.
“Tuntutan ini kami kumpulkan per wilayah masing-masing, dari Aceh sampai Papua. Kalau melihat jumlahnya memang banyak, tapi inilah akumulasi dari persoalan yang ada di tiap wilayah,” ujar Ikbal.
Selain isu nasional, para mahasiswa juga menyoroti masalah tambang di Batu Beriga, Bangka Tengah yang selama ini menjadi sorotan publik. Menurut Ikbal, pihaknya membawa isu tersebut ke tingkat nasional agar mendapat perhatian.
“Kami ingin menggaungkan isu daerah ke nasional, seperti Batu Beriga. Hanya Bangka Belitung yang menyuarakan ini, dan kami mau membawanya ke pusat. Jika aspirasi ini tidak diindahkan, kami akan menggelar demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih besar,” katanya.
Sementara, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya menagaskan pihaknya siap meneruskan seluruh tuntutan mahasiswa ke pusat.
“Tugas kami meneruskankebijakan pusat, bukti ini akan kami teruskan kepada pusat dan bukti penerusan itu akan kami serahkan kepada mahasiswa,”katanya,
Adapun 16 tuntutan mahasiswa BEM SI Babel :
1. Tolak RUU KUHAP yang bermasalah
2. Tolak pasal bermasalah dalam RUU Penyiaran
3. Menolak militerisasi ranah sipil
4. Hentikan intimidasi, kriminalisasi, dan teror terhadap gerakan rakyat
5. Tolak perpanjangan pertambangan Batu Beriga dan ubah statuta Batu Beriga dari sektor pertambangan menjadi sektor wilayah tangkap di Perda
6. Tolak penulisan ulang sejarah
7. Tolak gelar pahlawan untuk Soeharto
8. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis
9. Tolak fleksibilitas tenaga kerja dan politik upah murah
10. Tolak tarif resiprokal AS–Indonesia
11. Tolak proyek strategis nasional yang merampas ruang hidup rakyat
12. Tolak revisi UU Pokok Agraria dan wujudkan reformasi agraria sejati
13. Mengevaluasi program MBG
14. Usut tuntas dugaan korupsi PMT dan tegakkan hukum tanpa pandang bulu
15. Perbaikan sistem dan reformasi tata kelola aset kesehatan serta distribusi PMT dengan sistem digital dan standar mutu gizi ketat
16. Transparansi dan publikasi hasil audit, penyidikan, dan langkah perbaikan secara terbuka kepada masyarakat. (**)












