WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Aktivitas keluar masuk dump truk pengangkut tanah di salah satu Gang Air Medang atau tepat belakang masjid depan gerbang TPU Kolong 2 wilayah Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menuai keluhan warga. Pasalnya, tumpahan tanah dari truk membuat ruas jalan kotor, berdebu, hingga becek saat diguyur hujan.
Tidak hanya itu, akibat lalu lalang kendaraan bertonase besar tersebut juga diduga membuat sebagian aspal jalan menjadi rusak, sehingga memicu keresahan oleh masyarakat sekitar.
Pantauan di lapangan, Kamis (21/8), tampak satu unit PC berukuran kecil sedang mengeruk tanah untuk dimuat ke dalam dump truk.
Saat ditelusuri, truk-truk tersebut membawa muatan tanah ke sebuah lokasi berjarak sekitar 1 kilometer untuk diturunkan ke lokasi lain yang berada di gang tidak jauh dari salah satu SMPN di wilayah Baher, Toboali.
Tak hanya itu, saat diikuti dump truk itu menurunkan muatan bukan untuk aktivitas menembok lokasi bangunan atau jalan melainkan diturunkan di sebuah lokasi diduga ada aktivitas pertambangan.
Diduga tanah yang diangkut itu digunakan untuk dilakukan pencucian, sebab di lokasi terlihat adanya peralatan tambang lengkap seperti sakan, mesin, serta selang air namun dalam keadaan tidak jalan. Kuat dugaan tanah yang diturunkan untuk diambil pasir timah setelah dilakukan pencucian.
Salah seorang pengurus masjid yang berdekatan dengan lokasi aktivitas tersebut mengaku, sudah sempat menegur pihak yang beroperasi lantaran jalan menjadi kotor dan lingkungan sekitar dipenuhi debu.
“Sudah pernah kami tegur bang, tapi sepertinya tidak diindahkan. Dan, aktivitas mereka ini sudah berjalan sekitar 2 bulan,” ungkapnya kepada media ini, Kamis (21/8).
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Dimana ia menuturkan, selain jalan menjadi rusak, aktivitas truk berisiko membahayakan anak-anak yang sering bermain di sekitar gang.
“Itu jalan juga sudah rusak aspal dan plat deker di simpang. Tapi hari ini sudah ditimbun pakai pasir, ada sekitar dua truk. Tapi walaupun ditutup, tetap saja jalan jadi berdebu dan becek kalau hujan,” katanya.
Aktivitas tanah yang diangkut itu diduga memiliki kandungan pasir timah cukup melimpah. Apalagi, sebelumnya, diarea lokasi tersebut memang pernah menjadi area tambang, namun kegiatan dihentikan pihak kepolisian karena berada sangat dekat dengan permukiman jalan Slamet Tikung Yaden Toboali.
Bahkan, aktivitas tambang yang sempat ramai diberitakan di media beberapa waktu lalu itu, dulunya disebut-sebut diduga milik penambang berinisial JG. Dan, aktivitas pengangkutan tanah saat ini juga disebut-sebut diduga dijalankan oleh orang yang sama. (Ang)












