WARTABANGKA.ID, MENTOK – Upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Bangka Barat berjalan lancar dan khidmat.
Petugas Paskibraka juga sukses mengibarkan bendera pusaka di Lapangan Atletik Pemkab Bangka Barat, Minggu (17/8).
Tahun ini, Bupati Bangka Barat Markus bertindak sebagai inspektur upacara. Sedangkan Ipda Prasetyo Budiarto sebagai perwira upacara. Bertindak sebagai komandan upacara adalah Ipda Isnuari. Lalu, Danpas pengibar bendera merah putih yakni Letda Infantri Endra Supendi.
Selanjutnya, yang bertugas sebagai pengibar bendera merah putih adalah
Tengku Chico Alberto dari SMA N 1 Kelapa, Wahyu Pratama dari SMA N 1 Mentok, Fadhli Dwi Syahputra dari SMA N 1 Parittiga. Sedangkan, Waode Aryuvita daei SMA N 1 Parittiga bertugas sebagai pembawa baki bendera merah putih.
Bupati Bangka Barat Markus menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugasnya dengan begitu baik.
“Saya melihat tadi dari paskibraka nya sudah menampilkan yang terbaik. Harapan kami nanti sore pun seperti ini. Saya bangga dengan adik-adik paskibraka kita yang sudah menjalankan tugas dengan baik,” kata Markus usai upacara penaikan bendera merah putih.
Menurut Markus, makna Kemerdekaan Republik Indonesia di Bangka Barat harus diisi dengan pembangunan.
“Tentunya saya sampaikan berkali – kali kepada kawan – kawan terkait media. Lima tahun ke depan ini kami akan fokus bagaimana membangun Bangka Barat sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” ujar Markus.
Selain itu, kata Markus, pihaknya juga akan fokus dalam kegiatan-kegiatan maupun program – program yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat.
Maka dari itu, pihaknya akan menarik investor sebanyak-banyaknya untuk datang ke Bangka Barat.
“Mohon dukungannya dari semua masyarakat Bangka Barat sehingga ini bisa dapat terlaksana. Sehingga kita bisa mengurangi pengangguran di daerah kita ini,” jelas Markus.
Markus menambahkan sekarang ini, angka kemiskinan di Bangka Belitung khususnya Bangka Barat termasuk angka yang paling kecil. Tentunya, hal seperti ini harus tetap dipertahankan.
“Hal – hal ini yang harus kita pertahankan dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak kedepannya,” tutup Markus. (IBB)












