WARTABANGKA.ID, TUKAK SADAI – Pengiriman pasir timah ilegal dari Belitung ke Pulau Bangka diduga kembali terjadi. Dimana, sejumlah truk menyeberang menggunakan KMP Menumbing Raya dari Pelabuhan Tanjung Ru menuju Pelabuhan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan (Basel).
Berdasarkan pantauan langsung wartawan di lapangan, kapal bersandar di Pelabuhan Sadai, Kamis (14/8) sekitar pukul 17.20 WIB. Terlihat dari dalam kapal, sejumlah truk perlahan keluar.
Berdasarkan data manifest yang didapat terdapat 1 truk barang retur, 5 truk bermuatan minyak, 2 truk bermuatan sagu, 1 truk Indomaret, 2 truk kosong dan 1 truk paket. Sedangkan sisanya mobil minibus dan kendaraan roda 2.
Namun, yang mengundang tanda tanya, 2 truk bermuatan sagu justru terpantau keluar area pelabuhan diduga dapat pengawalan yang telah stay menunggu di luar kawasan pelabuhan.
Bahkan, 2 truk yang dimaksud ini melaju secara konvoi dan diduga kuat dapat pengawalan sejumlah kendaraan minibus berwarna hitam, silver dan putih.
Terpantau juga keberadaan minibus yang telah stay di depan retail modern tepatnya tak jauh dari depan gerbang masuk pelabuhan. Kemudian, setiba di Jalan Raya parit 7 konvoi 2 truk tersebut terlihat masih mendapat pengawalan dari minibus yang tak kunjung menyalip laju 2 truk muatan sagu itu.
Tak hanya itu, terlihat konvoi 2 truk bermuatan sagu sesuai dalam manifest yang didapat itu, hingga disambut minibus lainnya setelah masuk ke wilayah Toboali hingga ke arah ujung Gadung dan menuju ke arah Pangkalpinang.
Dengan adanya dugaan pengawalan pada konvoi 2 truk tersebut, mendapat kecurigaan terhadap isi muatan yang menjadi dipertanyakan besar kenapa muatan sagu harus mendapat pengawalan. (Ang)












