WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) menggelar Gerakan Posyandu Aktif tahun 2025 sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Basel ini dipusatkan di halaman Kantor Desa Kaposang, Kecamatan Toboali, Senin (11/8), dan diikuti jajaran puskesmas, kader posyandu, serta masyarakat setempat.
Kepala DKPPKB Basel dr. Agus Pranawa mengatakan, gerakan posyandu aktif ini diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar, terutama dalam memantau tumbuh kembang anak, menjaga kesehatan ibu hamil dan menyusui, serta mencegah stunting.
“Posyandu harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berdaya. Melalui gerakan ini, kami ingin menghidupkan kembali peran posyandu agar lebih aktif, rutin, dan berdampak nyata,” kata dr Agus.
Ia menambahkan, Gerakan Posyandu Aktif juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat sekaligus mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting.
Berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, posyandu merupakan bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan yang menjadi mitra pemerintah desa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi pembangunan, khususnya di bidang kesehatan. Keberadaan posyandu dinilai penting untuk memastikan layanan kesehatan dasar berjalan dekat dengan masyarakat.
“Dengan kinerja kader yang berkualitas, posyandu akan menjadi pusat layanan yang tepat, sejahtera, dan berdaya, sesuai harapan masyarakat. Kami juga mengajak, seluruh elemen, mulai dari kader, puskesmas, hingga masyarakat, untuk bersama-sama menyukseskan program ini,” pungkasnya. (Ang)












