Usai Dituding Tak Netral, Budi Hermawan Anggota TPP Calon Ketua Perbasi Babel Angkat Bicara

Budi Hermawan

WARTABANGKA.ID, PANGKALPINANG – Anggota Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Ketua Umum Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) 2025-2029, Budi Hermawan angkat bicara usai dituding tidak netral saat melaksanakan tugasnya.

Budi kepada wartawan di salah satu resto pada Jumat (8/8) menerangkan dirinya tidak dapat memaklumi jika dianggap tidak bisa menjaga integritasnya dan mendukung calon tertentu.

“Saya disini hanya sebagai tim TPP memfasilitasi calon yang akan maju di pemilihan Ketua Umum Perbasi Provinsi Bangka Belitung. Jadi tidak ada niat untuk memihak ke satu calon. Cuma dari pihak ketua (petahana) itu berasa apa yang dilakukan dia itu sudah benar. Padahal kenyataannya, dalam rapat terakhir sebelum  verifikasi tanggal 2 di ruang TPP itu jelas ada banyak orang datang, dengan alasan protes. Disitu ada Sekum (sekretaris umum), ada Ricky dari Sungailiat dan ada Ketua Perbasi Bangka Tengah dan sekretarisnya,” ungkapnya.

Saat pertemuan tersebut, ia pun mempertanyakan pihak tersebut saat TPP ingin melakukan verifikasi berkas pencalonan.

“Mereka melayangkan protes. Kenapa lewat tanggal 15 kenapa berkasnya (Narulita Sari-red) diterima? Saat itu pengusul melakukan pengambilan formulir tanggal 23, tapi karena dari pihak itu berpikir batas akhir untuk pengambilan formulir itu tanggal 15. Padahal rapat awal kami tim TPP, tanggal 15 itu pengambilan awal formulir dan pengambilannya bisa kapan saja dan pengembaliannya atau penutupan itu tanggal 30 Juli,” jelasnya.

“Jadi siapapun yang mengambil formulir silakan. Itu tidak ada yang namanya wajib tanggal 15 karena rapat kami gak ada yang menyebutkan seperti itu. Dan tuduhan saya mengambil formulir, sebelum saya mengambil formulir, saya koordinasi dan telepon langsung ketua TPP dan juga langsung ke sekretaris. Saya sampaikan bahwa saya mau ngambil formulir, karena ada pengusung (minta diambilkan formulir) minta bantu karena saya tim TPP. Jadi saya memfasilitasi untuk pengambilan formulir itu, pada hari itu jam setengah enam sore, Sekretaris TPP telepon saya dia yang memberikan langsung, di tempat perbelanjaan. Dia memberikan langsung disitu karena dia yang mengarahkan ke tempat tersebut.  Jadi saya terima formulirnya dan jelas resmi saya difoto dan saya tanda tangan pengambilan formulir, ya saya rasa dari situ kan tidak ada masalah,” imbuhnya.

Budi kembali menyampaikan, pengambilan formulir pencalonan dibuka 15 Juli 2025 dan sebelum tanggal 30 Juli masih bisa.

“Berarti tanggal 16 Juli dan seterusnya sampai sebelum penutupan itu masih bisa diambil. Kecuali di berita acara itu tertulis tanggal 15 sampai tanggal berapa? Makanya saya juga bingung. Lalu, Ketua TPP yang menanggapi protes dari Bangka Tengah dan anehnya protes dari pengusung pribadi atas nama Ricky dengan alasan saya tidak berintegritas. Makanya saya bingung, mereka lebih tahu daripada kami soal tanggal 15 Juli itu. Harusnya kalau kita netral kayak gitu, tidak perlu ditanggapi lagi karena semuanya sudah berjalan dengan baik. Baik dalam artian berkasnya diterima sama tim TPP dan duitnya juga sudah diterima diterima langsung oleh ketua. Jadi disitu sudah sah, gak ada lagi yang harus dipermasalahkan,” tuturnya.

“Dan formular yang saya ambil itu, saya menyerahkan ke pengusung bukan ke Ibu Narulita. Dan waktu itu saya gak kenal dan  gak pernah ketemu. Dan saya menjaga itu. Ini harus saya sampaikan, jadi saya menyanggah tuduhan yang disampaikan oleh ketua TPP,” pungkasnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *