Perayaan HUT ke-80 RI di Bangka Barat Bakal Tak Semeriah Tahun Sebelumnya, Ini Penyebabnya

Kepala Kesbangpol Bangka Barat, Safrizal

WARTABANGKA.ID, MENTOK – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI tahun 2025 di Kabupaten Bangka Barat akan jauh berbeda dan kemungkinan tidak semeriah seperti tahun – tahun sebelumnya.

Kondisi keuangan Pemda Bangka Barat yang sedang tidak baik-baik saja membuat sejumlah kegiatan dan lomba yang biasanya menjadi penyemarak HUT Kemerdekaan RI terancam tidak dilaksanakan.

“Jadi sementara ini untuk kegiatan yang 17, mengingat kondisi, mengingat kondisi keuangan kita, kita ngambil yang pokoknya saja,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol) Bangka Barat, Safrizal, Selasa (22/7).

Kegiatan pokok HUT RI yang dimaksudkan Safrizal yakni upacara pengibaran dan penurunan bendera, Paskibraka dan malam resepsi kenegaraan.

“Cuman untuk karnaval segala macam, ya sementara di-refocusing. Jadi kemarin arahan dari Pak Bupati untuk tetap dilaksanakan, tapi kami lagi koordinasi. Mungkin kalaupun dilaksanakan dengan pola minimalis,” terang dia.

Apalagi informasi dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD) Bangka Barat, menurut Safrizal pergeseran anggaran tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan, karena sudah memasuki APBD perubahan.

“Kalau masuk perubahan itu sudah lewat momentnya. Karena harus di bulan November atau September. Itu yang sementara untuk sebagai informasi,” ucapnya.

Tapi masalah ini tidak sepenuhnya tidak ada jalan keluar. Menurut dia dari arahan Bupati Markus, persoalan pelaksanaan lomba – lomba tersebut akan dirapatkan lagi, guna mencari solusi agar tidak menggunakan anggaran dari APBD, tapi melibatkan dunia usaha yang bisa berpartisipasi melalui dana CSR dan lain – lain.

“Nanti kita cari, kita bahas lebih lanjut. Saya masih menunggu seperti yang disampaikan tadi kan, apakah beliau ada pakai dana CSR, itu kita tunggu,” ungkapnya.

Safrizal mengatakan, dalam kondisi normal, biasanya anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan seluruh kegiatan HUT RI kurang lebih Rp300 juta.

Terkait keterbatasan anggaran ini pihaknya telah menyiapkan rencana A dan rencana B, guna mengantisipasi apakah kegiatan HUT RI akan dilaksanakan secara minimalis atau normal seperti biasanya.

“Kalau minimalisnya seperti apa, butuhnya berapa gitu kan. Nanti kalau misalkan harus normal ya berapa yang dibutuhkan, itu kita lagi menunggu,” ujarnya.

Lomba – lomba yang terancam tidak dilaksanakan antara lain karnaval, lomba kendaraan hias dan gerak jalan.

“Kalau dari sepeda saja, dari mulai sekolah, sekolah saja dari SD, SMP, SMA. Kemudian itu belum putra – putrinya. Begitu juga untuk di tingkat motor. Motor juga bertingkat seperti itu gitu kan. Termasuk juga pawai, sama juga gitu kan,” terang Safrizal.

Namun dia berharap kegiatan HUT RI tahun ini bisa dilaksanakan semarak seperti tahun–tahun sebelumnya dan ada solusi terbaik.

“Tapi kita usahakan lah nanti, mudah – mudahan ada solusi terbaik nantinya,” harap dia. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *