WARTABANGKA.ID – Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pangkalpinang, Juhaini mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI melalui zoom meeting, Senin (14/7).
Juhaini mengatakan bahwa inflasi Kota Pangkalpinang pada bulan Juni 2025 mencapai 0,96 persen year-on-year, menjadikannya salah satu dari 10 kota dengan inflasi terendah di Indonesia.
Month-to-month kita hanya 0,02 persen, jauh lebih rendah dari rata-rata nasional. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi di Pangkalpinang dengan kontribusi 0,68 persen,” ujarnya.
Lebih lanjut Juhaini menjelaskan strategi pengendalian inflasi yang diterapkan Pemkot Pangkalpinang adalah mengacu pada prinsip 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
“Adapun langkah konkret yang telah dilakukan meliputi gerakan pangan murah pada 4 Juli 2025, pemantauan harga di Pasar Ratu Tunggal dan Pasar Kampung Melayu, pembagian cadangan pangan nasional kepada 7.406 KK di tujuh kecamatan sekitar 14,8 ton beras selama dua bulan,” ungkapnya.
Juhaini melanjutkan rapat tersebut juga membahas progres program nasional pembangunan 3 juta rumah. Khusus untuk Kota Pangkalpinang.
“Berdasarkan data hingga Desember 2024, jumlah total perumahan ada 345 lokasi. Terdiri dari perumahan subsidi 301 lokasi, perumahan komersil 30, gabungan subsidi dan komersil ada 4 dan rumah dinas/pemerintah 10 lokasi,” pungkasnya.
.












