WARTABANGKA.ID – Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Edi Nasapta mengungkapkan keprihatinannya atas sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor di Samsat Babel yang dinilai terlalu bergantung pada Bank Sumsel Babel. Sistem ini, menurutnya, menciptakan hambatan dan kesulitan bagi masyarakat.
“Di Samsat Babel, kita hanya bisa membayar pajak kendaraan bermotor lewat Bank Sumsel Babel. Nah, di sinilah persoalannya. Untuk mempercepat proses Samsat, Samsat keliling, dan sebagainya, pembayaran PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) sebaiknya dibuka peluangnya kepada lebih banyak bank, terutama bank umum,” ujarnya kepada media ini di Pangkalpinang, Rabu (25/6).
Kekhawatiran Edi Nasapta beralasan, dimana Ia melihat potensi kendala besar jika Bank Sumsel Babel mengalami gangguan sistem.
“Kalau ada bank lain, transaksi lebih mudah. Jangan mengandalkan satu bank saja. Kalau Bank Sumsel Babel error, lalu kalau orang mau bayar lewat internet banking segala macam, kan susah, harus datang langsung, dan lain sebagainya,” sebutnya.
Lebih jauh, Edi Nasapta mendorong modernisasi sistem pembayaran pajak, termasuk PBB dan PDAM, dengan memanfaatkan teknologi digital. “Orang lebih mudah sekarang ini melakukan transaksi online. Gimana kalau orang tidak mempunyai Bank Sumsel Babel, artinya orang tersebut harus membayar cash, prosedurnya sulit, seharusnya cepat, tapi justru terhambat gara-gara mengutamakan Bank Sumsel Babel,” cetusnya.
Politisi Partai Nasdem ini mendesak pemerintah daerah untuk membuka akses pembayaran pajak kepada bank-bank lain dan platform dompet digital seperti DANA dan GoPay dan sebagainya.
“Jangan hanya mengandalkan Bank Sumsel Babel saja, harus ada keterbukaan. Jangan sampai Samsat Babel menjadi monopoli pembayaran. Kalau orang yang tidak punya rekening Bank Sumsel Babel jadi terhambat, contohnya orang yang punya rumah di Belitung, tiba-tiba di Pangkalpinang mau bayar, nggak punya rekening Sumsel Babel, kan susah. Kalau ada bank lain, kan bisa diutamakan dan tidak terhambat,” katanya.
Harapan Edi Nasapta bahkan meluas pada pembentukan bank daerah milik Bangka Belitung sendiri.
“Saya berharap juga Bangka Belitung ini punya bank tersendiri, misalnya Bank Bangka Belitung,” tutupnya.












