WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Anggota DPD RI sekaligus anggota MPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Zuhri M Syazali menggelar kegiatan sosialisasi terkait Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Selasa (17/6).
Sosialisasi ini merupakan bagian dari tugas konstitusionalnya sebagai anggota MPR RI untuk menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara kepada seluruh lapisan masyarakat.
Zuhri mengatakan, pentingnya mempercepat pemahaman nilai-nilai terhadap Empat Pilar Kebangsaan yang ada di Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, terutama di kalangan pemuda hingga masyarakat luas secara bertahap.
“Empat pilar ini harus dipahami secara utuh dan benar. Sebab bangsa ini dibentuk dari beragam suku, bangsa, dan bahasa. Kalau tidak dikelola dengan baik, keberagaman ini justru bisa menjadi pemicu perpecahan,” kata Zuhri kepada wartawan usai kegiatan sosialisasi di Gedung Laboratorium Seni SMA Muhammadiyah Toboali, Selasa (17/6).
Ia mengingatkan, banyak negara yang dahulu besar kini runtuh karena konflik internal dan perpecahan masyarakatnya. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan harus dikelola sebagai kekayaan bangsa guna mempererat persatuan.
“Kita tidak ingin Indonesia mengalami nasib serupa. Walaupun, Suku Bahasa di Indonesia ini berbeda-beda tetapi ini justru menjadikan negara kita memiliki banyak keberagaman inilah kekuatan kita jika mampu dikelola dengan baik,” ujarnya.
Senator kelahiran Jebus yang juga pernah menjabat Bupati Bangka Barat (Babar) periode 2010-2015 itu juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menjadi penyambung pesan kebangsaan di lingkungan terdekat, termasuk dalam lingkup keluarga.
“Selain itu, masyarakat idealnya juga diharapkan menghapal dan memahami alinea keempat dalam pembukaan UUD 1945 sebagai dasar semangat dalam menjaga dan melindungi bangsa. Menurutnya, dengan memahami itu, rakyat akan tahu bagaimana peran masing-masing, baik sebagai warga negara maupun dalam mendukung peran pemerintahan. Kalau ini dipahami bersama, maka kita bisa bergandengan tangan dalam menjaga Indonesia tetap menjadi bangsa yang besar dan utuh,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut diikuti antusias oleh berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh pemuda, tokoh agama, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan yang hadir dalam suasana penuh semangat kebangsaan. (Ang)












