WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat di daerah itu untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik investasi ilegal yang belakangan ini semakin marak terjadi.
Fenomena investasi bodong yang tengah marak saat dengan berbagai modus, termasuk skema Ponzi, telah menimbulkan kerugian besar di tengah masyarakat.
Bupati Basel Riza Herdavid melalui Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Basel, Yuri Siswanto mengingatkan agar masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar secara instan.
“Beberapa ciri umum investasi bodong yang perlu diwaspadai antara lain adalah janji keuntungan tinggi dalam waktu singkat, jaminan tanpa risiko, tidak memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta adanya tekanan untuk segera menginvestasikan dana,” kata Yuri, Rabu (11/6).
Lebih lanjut kata dia, pemerintah daerah menekankan pentingnya edukasi dan literasi keuangan di tengah masyarakat guna menghindari potensi menjadi korban penipuan.
Dalam hal ini, masyarakat diminta untuk melakukan verifikasi terhadap legalitas lembaga atau perusahaan yang menawarkan investasi, serta menggali informasi dari sumber-sumber terpercaya.
“Langkah pencegahan dapat dimulai dari hal sederhana. Masyarakat sebaiknya selalu memeriksa izin usaha investasi, mencari referensi yang valid, serta tidak ragu untuk berkonsultasi dengan lembaga berwenang seperti Dinas Koperasi dan UKM atau OJK sebelum mengambil keputusan,” ujarnya.
Ia mengatakan, dengan adanya imbauan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin bijak dan selektif dalam menghadapi berbagai tawaran investasi. Upaya kolektif untuk saling mengingatkan dan membangun kesadaran bersama dinilai penting untuk menekan angka kasus penipuan berbasis investasi ilegal.
“Bijaklah dalam berinvestasi. Jangan mudah percaya pada janji manis keuntungan besar. Lindungi diri, keluarga, dan aset anda dari risiko penipuan,” pungkasnya. (**)












