WARTABANGKA.ID, MENTOK – Ketua DPRD Bangka Barat, Badri Syamsu memberikan tanggapan terkait aspirasi masyarakat penambang yang ingin tambang timah di perairan Keranggan agar dapat dibuka kembali.
Menurutnya, untuk mencari solusi dari permasalahan ini, pihaknya akan melihat dari beberapa aspek diantaranya ekonomi, hukum dan lain – lain.
“Tadi kami sudah melaksanakan rapat dengan forkopimda, OPD dan juga masyarakat dari Keranggan mereka berharap agar ada solusinya untuk menyikapi masyarakat Keranggan agar mereka bisa bekerja,” kata Badri kepada awak media usai RDP di Gedung Mahligai Betason 2, Kamis ( 22/5).
“Namun demikian ya dalam hal ini kami di lembaga DPRD kami akan menyikapi aspirasi masyarakat dari Kelurahan Keranggan ini agar mereka bisa beraktivitas,” lanjutnya.
Menurut Badri, pihaknya juga akan mencari win-win solution terkait hal ini. Kemudian, pihaknya nantinya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung serta kementerian agar penambangan di wilayah perairan Keranggan bisa mendapatkan payung hukum.
“Tentunya tadi sudah saya sampaikan di rapat tadi bahwa berkaitan untuk agar masyarakat ini bisa menambang bagaimana kita melegalkan kawasan tersebut. Karena kawasan tersebut kan bukan IUP PT Timah atau IUP Pemda kita tapi ini merupakan daerah tangkapan nelayan, tapi di satu sisi masyarakat ingin bekerja,” jelas Badri.
Badri menyebut masih ada celah terkait penambangan di perairan Keranggan agar bisa dilakukan secara legal. Hal itu bisa melalui WPR ( Wilayah Pertambangan Rakyat ) atau pelebaran Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah.
“Kita usulkan ada celahnya kita sampaikan melalui WPR nanti kita akan berkoordinasi dengan PT Timah atau ada penambahan IUP nantinya atau pelebaran IUP PT Timah,” sebut Badri.
Untuk itu, Badri berharap agar masyarakat bisa menahan diri dulu untuk tidak melakukan aktivitas tambang di perairan Keranggan.
“Kita berharap agar masyarakat ini menahan diri dulu berkaitan dengan penambangan tersebut. Karena kan kasihan mereka juga, mereka bekerja nanti tutup, bekerja nanti tutup karena ini kan perlu cost perlu biaya bagi mereka,” harap Badri. ( IBB )












