Gubernur Hidayat Soroti Tambang Beriga, Ajak Duduk Bersama Atau Tempuh Jalur PTUN

Gubernur Babel, Hidayat Arsani

WARTABANGKA.ID, KOBA – Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani banyak berbicara tentang konflik tambang.

‎Hidayat Arsani menyampaikan pandangannya itu pada saat pidato kunjungan kerja di GSG Bangka Tengah, Rabu (7/5).

‎Awalnya, Hidayat Arsani mengatakan Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah yang kaya, karena mempunyai segalanya kecuali batu bara dan emas.

‎“Negeri ini kaya, alamnya hebat, apa pun ada, kecuali emas tidak ada, batubara tidak ada. Kita menguasai dunia pertimahan, tapi mengapa kita harus ribut,” ujarnya.

‎Hidayat Arsani bertanya-tanya, mengapa harus demo-demo di Kantor Pemprov Babel, padahal lebih baik permasalahan diselesaikan dengan cara duduk bersama.

‎“Kalau ada perkara tidak sesuai (kehendak) rakyat, bukan dengan (cara) demo, kita punya pengadilan tata usaha negara (PTUN),” tuturnya.

‎Lebih lanjut, ia menegaskan kepala daerah baik itu gubernur atau bupati punya tanggung jawab besar terhadap daerahnya, sehingga jangan sekali-kali menandatangani kebijakan yang salah untuk rakyat.

‎“Ada pro kontra, kita duduk bersama, tapi kalau izin sudah dikeluarkan, saya bersama pak bupati tidak punya kewenangan untuk mencabut,” tambahnya.

‎Menurutnya, permasalahan konflik tambang laut di Desa Batuberiga sudah menjadi masalah nasional.

‎“Kalau kita pintar tidak perlu demo-demo bupati, tidak perlu, habis energi, ujung-ujungnya Pak Bupati bilang Allahuakbar Allahuakbar,” ungkapnya.

‎Ia menegaskan, jalan yang benar adalah menempuh jalur PTUN, sehingga hakim sebagai perwakilan tuhan yang menentukan seperti apa nasib izin pertambangan laut tersebut.

‎Hidayat Arsani berjanji, ketika ada permasalahan apa pun terkait masyarakat, ia akan turun langsung hadir menanggapinya selama masih sehat walafiat.

‎“Jadi mohon, kirannya jangan lagi, ramai-ramai, sampai bertemu saya lima menit selesai. Kita takut, di dalam demo itu pasti ada penyusup, ada nyusup, ada bakar ban, ada yang berkelahi,” tutupnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *