WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Sebanyak 5 perusahaan sawit saat ini tengah mempersiapkan pembangunan pabrik baru di Bangka Selatan (Basel), dengan lokasi yang tersebar di Desa Payung, Ranggung, Bencah, Delas, dan Nangka.
Diketahui, saat ini proses perizinan untuk kelima pabrik tersebut sudah memasuki tahap awal, dengan beberapa perusahaan masih dalam tahap kajian dokumen Amdal dan Persetujuan Pembangunan Gedung (PPG).
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Basel, Kartikasari mengatakan, bahwa sektor industri sawit di daerah ini diproyeksikan akan terus berkembang. Pembangunan pabrik-pabrik ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian lokal dan memberi manfaat besar bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk mempermudah proses perizinan, agar investasi yang masuk tidak terkendala dan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Kartikasari, Kamis (20/3).
Ia mengatakan, proses perizinan untuk pembangunan pabrik-pabrik sawit ini sudah dimulai sejak awal tahun 2024, dengan pengisian data melalui sistem Online Single Submission (OSS). Sistem ini mengharuskan perusahaan untuk melaporkan nilai investasi yang akan mereka tanamkan.
“Setiap proyek pabrik sawit memiliki nilai investasi yang berbeda, tetapi dari 5 pabrik sawit ini tercatat nilai investasi yang disampaikan total mencapai Rp860 miliar. Tentunya nilai itu baru rencana investasi dan proses realisasi baru di ketahui setelah perusahaan itu berjalan,” ujarnya.
Menurut Kartika, meskipun rata-rata pembangunan pabrik sawit memakan waktu sekitar tiga tahun, lantaran adanya beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan pelaksanaan proyek, seperti pembebasan lahan, pembibitan, dan pembangunan fasilitas pendukung seperti mess karyawan.
“Namun, beberapa proyek diperkirakan dapat berjalan lebih cepat, tergantung pada kemajuan dan kolaborasi yang terjalin dengan masyarakat setempat,” katanya.
Ia berharap, kehadiran pabrik sawit baru ini tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga mampu mendorong perekonomian daerah, meningkatkan kontribusi terhadap PAD, dan memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi pembangunan Bangka Selatan.
“Pemerintah daerah optimis bahwa sektor sawit akan terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (Ang)












