WARTABANGKA.ID, KOBA – Polres Bangka Tengah masih memburu 5 pelaku pengeroyokan terhadap seorang anak di bawah umur yang terjadi di Jalan Jongkong, Kecamatan Koba, pada Jumat (14/2).
“Sampai saat ini masih penyelidikan dan akan kita cari pelakunya, yang mana dari laporan yang masuk ada 5 orang dalam penyelidikan saat ini,” ujar Kapolres Bangka Tengah, AKBP Pradana Aditya Nugraha, Rabu (19/2).
AKBP Pradana mengimbau kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri ke polisi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sebelumnya, RS (12) menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang tidak dikenal pada Jumat (14/2) sekira pukul 23.00 Wib di Jalan Jongkong, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
Mirisnya, pelaku diperkirakan berjumlah 5 orang ini diduga dalam kondisi mabuk dan langsung kabur usai menganiaya korban, sedangkan korban mengalami luka di sekujur tubuh.
Berdasarkan keterangan ibu korban, N, awalnya sang anak hendak pulang dari toko dan dipanggil-panggil oleh pelaku.
“Awalnya anak saya hendak pulang dari toko, kemudian dijegat orang dari belakang, disebut ini itu sama pelaku, tentunya anak saya tidak menggubris,” ujar N, Rabu (19/2).
“Langsung lurus saja pakai motor, itupun kondisinya pelan, jadi dikejarlah oleh pelaku, langsung diserang, digebuk pakai kayu dan batu oleh para pelaku,” sambungnya.
N mengaku, tidak mengenal para pelaku dan sudah melaporkan kasus ini ke Polres Bangka Tengah.
“Saya tidak kenal dengan pelaku, cuma ada orang lewat yang mengejar pelaku dan anak saya langsung pulang ke rumah, jadi tidak tahu orang lewat tadi siapa maupun pelakunya,” tuturnya.
Lebih lanjut, N bercerita bahwa sang anak sejak lahir sudah memiliki riwayat penyakit Thalasemia mayor (pembesaran limfa dan kelainan darah), yang mana setiap 3 minggu sekali rutin transfusi darah.
“Minimal menghabiskan 2 hingga 3 kantong darah per tiga minggu sekali, yang mana setelah kejadian itu, sebenarnya mau kami rawat di Rumah Sakit, namun anak saya tidak mau, karena anak saya baru 3 hari sebelumnya transfusi darah di rumah sakit,” ucapnya.
N bercerita, demi mengobati anaknya yang sakit, dirinya rela menjual tanah, kebun hingga motornya.
“Saya kesana ke sini minta bantuan, kalau sedang tidak ada, rela berabis, tahan jual tanah, kebun bahkan motor untuk anak sekolah dan berobat, kami bukan orang senang (kaya), tiba-tiba dengan teganya mereka memukul anak saya dari belakang, sakit benar hati nih,” ungkapnya sembari menangis.
Ia pun berharap pelaku dapat dihukum seberat-beratnya dan menyerahkan diri ke pihak kepolisian.
“Hukum seberat-beratnya, tidak ada kata damai, sakit sekali hati ini, anak saya nahan sakit dari lahir sampai umur 12 tahun, sehari sebelum kejadian ulang tahunnya,” ujarnya
“Anak saya pakai darah orang lain untuk bertahan hidup, semoga pelaku segera tertangkap,” harapnya.












