WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) tengah melakukan berbagai upaya strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Hal itu dilakukan mendukung program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan tahun 2025.
Plt Kepala DPPP Basel Risvandika mengatakan, salah satunya upaya kongkrit dalam menjaga ketahanan pangan di Basel yakni dengan menambah luas areal tanaman pangan menjadi 1.000 hektare.
“kita sedang fokus bagaimana di tahun 2025 ini luas tanaman pangan di Basel menjadi 1.000 hektare, sehingga hasil produktivitasnya bisa mencapai 7.000 hektare,” kata Risvandika, Jumat (31/1).
Selain memperluas lahan, Dinas Pertanian juga fokus pada peningkatan frekuensi tanam padi dan jagung. Jika sebelumnya tanaman hanya ditanam satu kali, kini intensitas penanaman akan ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.
“Hal ini sudah mulai diterapkan di sejumlah desa seperti Desa Rias, Desa Serdang, Desa Pergam, Desa Kepoh, Desa Gudang, dan Desa Sebagin, yang sebagian telah memasuki masa panen,” ujarnya.
Lebih lanjut, kata dia, untuk perbaikan infrastruktur di kawasan sentra produksi pangan juga menjadi prioritas. Pihak BWS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan memimpin perbaikan ini, meskipun saat ini mereka masih menunggu progres dari pihak terkait.
“Kita berharap melalui upaya-upaya ini, Bangka Selatan dapat mencapai swasembada pangan, bahkan menjadi penyuplai beras untuk seluruh wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Dengan strategi tersebut, kita juga ketahanan pangan akan tetap terjaga, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem maupun perubahan iklim yang sulit diprediksi,” pungkasnya. (Ang)












