WARTABANGKA.ID, KOBA – Forkopimda Kabupaten Bangka Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka antisipasi dan pencegahan geng motor di wilayah hukum Polres Bangka Tengah pada Kamis, (17/1).
Kegiatan ini turut mengundang kepala sekolah, dishub, tokoh masyarakat, tokoh agama, klub motor, dan para camat di Kabupaten Bangka Tengah.
Kapolres Bangka Tengah, AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan rapat koordinasi ini merupakan upaya dalam mengantipasi penanggulangan geng motor di wilayah hukum Polres Bangka Tengah.
“Dalam rakor kali ini, kita melibatkan beberapa masyarakat dari berbagai unsur, termasuk klub motor sebagai antisipasi dari embrio geng motor, artinya kita tidak bisa mengesampingkan ada tidaknya geng motor di Bangka Tengah,” ucap AKBP Pradana.
Pradana menjelaskan, pihaknya sudah melakukan langkah penindakan, baik terhadap aktivitas balap liar, konsumsi miras dan lainnya.
“Terakhir pada minggu lalu, kita melakukan penertiban lalu lintas dan kita menemukan bahwa masih ada pemuda yang melakukan aksi trek-trekan liar, bahkan kita mengamankan sejumlah motor yang berknalpot brong dan meminta orang tua, agar bisa mendampingi anak yang terlibat aksi tersebut,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, sudah menjalin komitmen bahwa geng motor ini akan dibubarkan.
“Masyarakat Bangka Tengah, mari kita membangun suasana yang kondusif aman dan nyaman,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Bangka Tengah, Batianus turut mengapresiasi rakor yang diinisiasi Polres Bangka Tengah.
“Tentu kami sangat mendukung upaya pencegahan kemunculan geng motor, baik itu dari Polda maupun Polres Bangka Tengah,” ujar Batianus.
Menurutnya, antisipasi kemunculan geng motor merupakan tanggungjawab bersama dan semua pihak, bukan hanya pihak kepolisian.
“Terkhusus untuk orangtua, harus selalu melakukan pemantauan terkait perkembangan perilaku anaknya,” ungkapnya.
Menurut Batianus, forkopimda juga akan bersinergi dalam memberantas potensi adanya geng motor.
“Mari berperan aktif dalam mengedukasi anak, agar menjaga perilaku tetap ke arah yang baik dan positif, serta jangan sampai menyimpang,” tutupnya. (**)












