WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) saat ini masih menunggu hibah Pasar Toboali yang telah dibangun oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Basel Anshori mengatakan, untuk proses penerimaan hibah terkait gedung mewah Pasar Toboali ini sudah dilaksanakan penandatanganan surah pelimpahan.
“Jadi dari pihak Bangka Selatan kemarin sudah ada semacam kerjasama, sudah ditandatangani untuk surat pelimpahannya, cuman untuk hibah ke Bangka Selatan masih dalam proses,” kata Anshori, Selasa (5/11).
Adapun, lanjut dia, untuk syarat proses hibah Pasar Toboali sudah terpenuhi. Yang pertama baik itu dari Kementerian PUPR ataupun Kementerian Perdagangan meminta untuk kesiapan terkait pengelolaan pasar.
“Kalau Kementerian PUPR yaitu bagaimana kelangsungan berkelanjutan aset yang akan diserahkan dan dipelihara kepada Bangka Selatan, dan itu sudah kita penuhi,” ujarnya. Kemarin juga sudah rapat dengan PUPR melalui BPPW Provinsi Bangka Belitung bahwa surat hibah masih dalam proses, dan untuk berkas yang diminta sudah kita siapkan termasuk kesiapan anggaran tahun 2025,” ujarnya.
Tak hanya itu, kata dia, pihaknya juga sudah melakukan zoom dengan Kementerian Perdagangan bahwa dalam zoom tersebut membahas tentang-tentang kesiapan pemanfaatan kesiapan pasar.
Sementara itu, ditanya terkait berapa lama waktu Pemkab Basel menunggu proses hibah dari Kementerian PUPR tersebut, Anshori mengungkapkan belum ada disampaikan untuk informasinya kapan untuk waktunya.
“Belum ada, cuman mereka menyampaikan paling cepat biasanya 4 bulan atau 6 bulan proses tersebut,” katanya.
Ia berharap, dengan cepatnya proses hibah ini sehingga ada kepastian hukum terkait dengan pemanfaatan aset tersebut, dan juga bisa melakukan hal-hal yang diperlukan terutama dalam hal pemeliharaan serta perbaikan di sisi Pasar Toboali.
“Dan kalaupun dapat dimanfaatkan lebih karena sudah menjadi aset Bangka Selatan maka itu yang dapat kita lakukan, disesuaikan dengan peraturan daerah ataupun kebijakan-kebijakan yang ada di Bangka Selatan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pasar Toboali Bangka Belitung ini dibangun usai kunjungan Presiden RI Joko Widodo dengan sumber dari dana APBN Tahun 2023 yang bernilai Rp34.338.093.000, Yang dimenangkan oleh perusahaan PT Beringin Perkasa serta diresmikan langsung oleh Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin beberapa bulan yang lalu. (Ang)












