WARTABANGKA.ID, KOBA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Tengah resmi mengesahkan Rencana Pembangunan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2025-2045.
Raperda ini disetujui dalam rapat paripurna yang dihadiri Wakil Bupati Bangka Tengah dan sejumlah perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pada Jumat (30/8) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bangka Tengah.
Dalam rapat tersebut, DPRD juga menyetujui perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.
Perubahan ini mencakup penyesuaian target pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran dan menyesuaikan dengan kondisi terkini.
Seperti diketahui belanja daerah diproyeksikan sebesar 1 triliun 33 miliar rupiah atau berkurang 0,49 persen dibandingkan dengan belanja daerah pada APBD murni sebesar 1 triliun 38 miliar rupiah.
Adapun belanja daerah diuraikan antara lain Belanja Operasi sebesar 821,7 miliar rupiah atau bertambah 0,01 persen dari alokasi pada APBD murni sebesar 821,6 miliar rupiah. Belanja Modal sebesar 97,3 milyar rupiah atau berkurang 4,86 persen dari alokasi pada APBD murni sebesar 102,3 miliar rupiah.
Diikuti belanja transfer sebesar 111,6 miliar rupiah atau berkurang 0,19 persen dari alokasi pada APBD murni sebesar 111,8 miliar rupiah. Sedangkan belanja tidak terduga sebesar 3 miliar rupiah atau tidak mengalami perubahan dari alokasi pada APBD murni.
Kemudian, penajaman prioritas kegiatan melalui pergeseran anggaran, penambahan alokasi anggaran dan penjadwalan ulang beberapa kegiatan dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024
“Penambahan atau pengurangan anggaran tersebut diantaranya merupakan penyesuaian atas perubahan prioritas belanja daerah pada satuan kerja pemerintah daerah,” ucap Wakil Bupati Bangka Tengah, Era Susanto.
Dengan disetujuinya Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024 ini, diharapkan akan meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran daerah dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan terkini.
Ia mengajak agar semua stakeholder di Bangka Tengah untuk bersama-sama saling menguatkan pendapatan daerah, terlebih dari sisi investasi.
“Jangan hanya mengelolah APBD saja kita perlu investasi. Kalau tidak ada investasi kita mau gini-gini aja, tidak bukan,” tutupnya. (**)












