WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Sedikitnya 10 desa di Kabupaten Bangka Selatan mendapatkan bantuan alokasi peralatan jaringan telekomunikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia (RI).
Sepuluh desa yang menerima bantuan tersebut diantaranya Desa Nadung, Ranggung, Paku, Bedengung, Nyelanding, Air Gegas, Tanjung Labu, Tukak, Air Bara dan Desa Sebagin.
“Melalui PIC program dari Kementerian Kominfo, kita mendapatkan informasi bahwa Bangka Selatan tahun ini akan mendapatkan alokasi peralatan penyediaan sinyal internet sebanyak lima belas titik,” kata Kepala Bidang E-government Metriyopi Diskominfo Bangka Selatan, Sabtu (10/8).
Ia mengatakan, belasan titik tersebut akan tersebar dan di pasang di 10 desa yang ada di Bangka Selatan dalam peralatan penyediaan sinyal internet.
“Peralatan jaringan telekomunikasi ini akan kita pasang di sepuluh desa, dengan titik penampatan seperti sekolah, puskesmas, objek wisata dan kantor desa. Kita berharap dengan tersedianya alat ini, proses administrasi, pelayanan publik sekaligus geliat perekonomian di objek wisata semakin meningkat,” ujarnya.
Tak hanya itu, dalam mengoptimalkan penyediaan jaringan internet di wilayah Bangka Selatan, Diskominfo Basel secara berkala melakukan pengecekan dan memetakan kondisi kekuatan jaringan telekomunikasi yang disediakan oleh provider.
“Dari hasil pengecekan tersebut terdapat beberapa titik lokasi yang memiliki kekuatan jaringan sinyal masih lemah. Namun hal tersebut, telah diusulkan penanganannya ke pihak Kementrian Kominfo, termasuk operator telekomunikasi agar bisa didorong menjadi bagian dari bussines plan,” katanya.
Sementara itu, ia menghimbau kepada pihak desa, sekolah, puskesmas dan sentra pelayanan publik lainnya di wilayah yang jangkauan sinyalnya lemah untuk memanfaatkan peralatan penyediaan sinyal yang berbasis satelit. Karena saat ini teknologi tersebut sudah tersedia dan menjadi solusi yang tepat.
“Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan segera berfungsi, dan kami berharap agar pihak penerima dapat merawat peralatan tersebut dengan baik agar tetap bisa dimanfaatkan,” pungkasnya. (Ang)












