WARTABANGKA.ID, PANGKALPINANG – Sektor tambang sepertinya tidak menjadi prioritas pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) 2025-2045.
Menurut Ketua Pansus RPJPD Babel 2025-2045, Dody Kusdian, Pemprov Babel berkeinginan mengalihkan ketergantungan perekonomian dari sektor tambang timah ke agromaritim.
“Kita ingin ada transformasi dari tambang ke agromaritim, jadi harapannya 20 tahun lagi tambang timah tidak lagi menjadi ikon utama di Bangka Belitung,” kata Dody kepada wartawan, Rabu (24/7).
Namun demikian, menurut Dody, transformasi tambang ke agromaritim tersebut tidak akan berjalan mudah dan memerlukan waktu.
“Kita ini telah lama dininabobokan dengan tambang, namun lihat saja kondisi saat ini, masyarakat kita tidak siap ketika tambang ada masalah, pertumbuhan ekonomi kita drop. Dari sini kita lihat ketergantungan terhadap tambang ini sangat luar biasa,” sebutnya.
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, menjadi ironi ketika Babel sebagai provinsi kepulauan namun tak pernah sekalipun program jangka panjangnya menyentuh sektor agromaritim.
“Kita ini provinsi kepulauan, tapi agromaritim tidak pernah kita sentuh. Kenapa kita namai provinsi kepulauan kalau begitu,” ujarnya.
Baca juga: DPRD Babel Bentuk Pansus Ranperda RPJPD 2025-2045
Di sisi lain, Dody mengatakan Pansus DPRD Babel menjelaskan, berbagai isu strategis dituangkan dalam RPJPD sebagai garis besar upaya melaksanakan pembangunan.
“Dari isu-isu strategis itu kita rumuskan poin-poin yang mendasar dari permasalahan di Babel ini. Kemudian dibuat empat tahapan, yakni pertama pondasi, lalu akselerasi, pemantapan hingga tahap akhir pencapaian target daerah,” ujarnya.
Ia tak menampik, jika substansial dalam RPJPD ini akan menjadi pendoman bagi para calon gubernur Babel dalam menjabarkan visi-misi dalam Pilkada 2024.
“Karena visi-misi para calon gubernur nanti tidak akan lari dari ini,” pungkasnya. (**)












