Program Z Ice Milik Baznas Dilaunching, Bupati Basel: Semoga Bisa Bermanfaat dan Menaikkan Taraf Kehidupan

Peluncuran program Z Ice. Foto: Angga 

WARTABANGKA.ID, TUKAKSADAI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) secara resmi melaunching dan meluncurkan program Z Ice bagi para pelaku UMKM di daerah itu.

Launching program tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Basel Riza Herdavid bersama Wabup Debby Vita Dewi dan anggota Baznas Basel di Desa Tiram, Kecamatan Tukak Sadai.

Program tersebut merupakan bantuan untuk para pelaku UMKM, dimana mereka mendapatkan bantuan alat-alat seperti mesin pemecah es, mesin press maupun blander mini untuk berjualan es.

Bupati Basel Riza Herdavid mengatakan, program ini dirasa sangat tepat sasaran karena pasalnya para penerima bantuan adalah orang yang sudah terpilih melalui persyaratan dari Baznas.

“Program ini sangat tepat sasaran untuk orang – orang mendapatkan bantuan ini sudah melalui syarat-syarat dari Baznas,” kata Riza Herdavid, Selasa (16/7).

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan ini bagi para penerima harus benar-benar dimanfaatkan serta dikembangkan dengan baik, karena bukan hanya alat saja yang diberikan tetapi berikut bahan yang digunakan untuk berjualan es.

Selain itu, bantuan ini juga bisa dialihkan ke orang lain apabila para penerima bantuan ini tidak serius atau tidak mau mengembangkan usahanya, dan sesuai regulasi akan dipindah tangankan ke orang lain.

“Tolong bantuan yang diberikan ini bisa dikelola sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin, guna sedikit meningkatkan taraf kehidupan dan semoga sangat bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Distribusi dan daya guna Baznas Basel, Ustaz Sazili mengatakan, pada launching awal program Z ice ini terdapat 10 keluarga yang mendapatkan bantuan di Desa Tiram.

“Untuk launching pertama ini 10 keluarga di Desa Tiram yang mendapatkan bantuan, para penerima ini nantinya akan dilakukan pendampingan dalam menjalankan usahanya, mulai dari pembuatan produk, promosi maupun manajemen pengaturan keuangannya,” katanya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan memantau perkembangan ini dalam 3 bulan, apakah ada kendala, atau memang kurang seriusnya para penerima bantuan ini dalam menjalankan usahanya.

“Seperti kata bupati, bantuan ini sesuai regulasi dan apabila tidak benar – benar dijalankan dengan maksimal kan dialihkan ke orang lain,” pungkasnya. (Ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *