Hasil PE, 90 Persen Rumah Warga di Kelurahan Teladan Terdapat Sarang Nyamuk

Penyelidikan epidemiologi (PE) pada locus tertinggi kasus demam berdarah dangue (DBD) di wilayah Toboali. Foto: Angga

WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menyatakan hampir 90 persen pemukiman di Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali banyak didapati sarang jentik nyamuk.

Hal itu terbukti setelah dilakukan pengecekan langsung rangka penyelidikan epidemiologi (PE) pada locus tertinggi kasus demam berdarah dangue (DBD) di wilayah Toboali.

“Dari hasil pengecekan pada 200 rumah warga di Kelurahan Teladan, hampir 90 persen sekelilingnya banyak jentik-jentik nyamuk. Dan diperkirakan jentik nyamuk bisa mencapai ribuan ekor,” kata Kepala DKPPKB Basel dr. Agus Pranawa, Senin (20/5).

Menurut dia, banyaknya temuan jentik nyamuk Aedes Aegypti itu,ditemukan pada kemasan air minum yang buang sembarangan, tempat tadah air dispenser, baskom, bak mandi dan kolam ikan.

“Artinya dalam hal ini kita perlu sampaikan untuk lebih ditingkatkannya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan serta menerapkan PSN, dimana langka tersebut dinilai akan lebih efektif menekan penyebaran nyamuk DBD ini,” ujarnya.

Sementara itu, kata Agus, saat ini Pemda juga secara masif terus melakukan sosialisasi tanda-tanda gejala dan upaya pencegahan demam berdarah di tingkat kelurahan maupun desa.

Guna meningkatkan kesadaran masyarakat bahaya DBD. pihaknya juga, sosialisasi program pemberantasan sarang nyamuk dengan menerapkan 3M plus yang juga dinilai penting dilakukan.

“3 M plus ini seperti menguras, menutup, mengubur tempat penampungan air serta mendaur ulang barang bekas, menaburkan larvasida. Juga menggunakan obat nyamuk, losion anti nyamuk, serta menggunakan kelambu saat tidur,” pungkasnya. (Ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *