Satgas TMMD bersama Kesbangpol Basel Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan di Desa Tepus

Penyuluhan wawasan kebangsaan kepada masyarakat dusun di Desa Tepus, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Basel, Jumat (15/3). Foto: Angga

WARTABANGKA.ID, AIRGEGAS – Guna pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan negara, Satgas TMMD bersama Kesbangpol Kabupaten Bangka Selatan (Basel) memberikan penyuluhan wawasan kebangsaan kepada masyarakat dusun di Desa Tepus, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Basel, Jumat (15/3).

Kegiatan tersebut dilakukan bertujuan agar masyarakat dapat memahami pentingan wawasan kebangsaan untuk mewujudkan bangsa yang kuat, rukun, bersatu, sejahtera serta menjaga sejarah kebangsaan Indonesia dan cinta NKRI.

Kepala Badan Kesbangpol Basel Evi Sastra mengatakan, wawasan kebangsaan merupakan modal utama bagi bangsa dalam melaksanakan, mengisi, dan mempertahankan kemerdekaan, sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan negara di tingkat pusat maupun daerah.

“Serta untuk diterapkan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam melaksanakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, artinya dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana sebagai warga negara sudah dikatakan memiliki wawasan kebangsaan,

“Artinya apapun yang telah dilakukan oleh pemerintah, TNI dalam pembangunan minimal di jaga kalau rusak di perbaikin. Sikap saling toleransi antar umat beragama juga termasuk dalam wawasan kebangsaan,” ujarnya.

Sementara itu, Pasiter Kodim 0432/Bangka Selatan Kapten Arm Roni Mayundira mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian non fisik TMMD ke 119 yang dilakukan oleh TNI bersinergi Pemda Basel dengan tujuan bagaimana masyarakat dapat mengetahui pentingan wawasan kebangsaan yang dapat Mewujudkan bangsa yang kuat, rukun, bersatu, sejahtera serta menjaga sejarah kebangsaan Indonesia dan cinta NKRI.

“Dapat meredam berkembangnya penonjolan primordialisme sempit, kesukuan, kedaerahan, dan mencegah disintregasi Bangsa. Dengan, harapan masyarakat dapat memahami nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan negara dan kehidupan bermasyarakat sebagai sebuah keyakinan, pedoman atau cara pandang,” pungkasnya. (Ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *