WARTABANGKA.ID, KOBA – Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Bangka Tengah (Bateng) kini memiliki perpustakaan terapung di Desa Kurau, Kecamatan Koba.
Bahkan, beberapa waktu lalu sebanyak 21 siswa kelas VI SD Negeri 13 Koba sudah berkunjung ke perpustakaan terapung tersebut. Kunjungan peserta didik tersebut didampingi oleh guru Kelas VI, Meilanto dan Rido Herlansyah.
Kasat Polairud Polres Bateng, Iptu Wardiansyah dan jajarannya turut menyambut baik kunjungan tersebut.
“Kita sangat senang menyambut kunjungan kemarin, bahkan para siswa kita ajak naik ke Kapal Patroli Type C2 milik sat polairud. Di dalam kapal, para siswa juga melakukan serangkaian kegiatan diantaranya tentang pengenalan sejarah Sungai Kurau dan pengetahuan tentang Polairud,” ucap Wardiansyah, Kamis (7/3).
“Selain itu, para siswa juga membaca buku dan membuat ringkasan serta bercerita (story telling) dari buku yang mereka baca,” tambahnya.
Kehadiran perpustakaan terapung tersebut semakin menarik, karena di belakang pos polairud tersebut terdapat saung untuk bersantai.
“Saung itu yang akan digunakan oleh para pengunjung membaca buku dan yang lebih menariknya lagi, para pengunjung bisa melihat ikan lele yang berada di kolam-kolam,” ungkap Iptu Wardi.
“Tidak menutup kemungkinan, suatu saat tempat yang sangat representatif tersebut akan dikunjungi para siswa dan masyarakat umum lainnya,” sambungnya.
Sementara itu, Guru SDN 13 Koba, Meilanto mengatakan program perpustakaan terapung milik Sat Polairud Polres Bangka Tengah sangat baik untuk menunjang kegiatan membaca bagi peserta didik dan penduduk sekitar.
“Selain itu juga, dengan adanya perpustakaan terapung ini menjadi wahana bagi anak-anak sehabis jam sekolah untuk sekedar kumpul-kumpul sambil membaca buku,” ujarnya.
Meilanto juga berharap, dengan adanya perpustakaan terapung ini bisa meningkatkan minat baca bagi anak-anak sekitar dan juga masyarakat umum.
“Tentu, saya berharap ada perhatian dari pihak pemerintah maupun swasta untuk mendukung program ini dengan mengirimkan buku-buku, karena jumlah buku yang dimiliki saat ini masih terbatas,” tutupnya.












