Jelang Pemungutan Suara, Bawaslu Babel Soroti Tiga Tahapan

WARTABANGKA.ID, PANGKALPINANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mulai melakukan langkah antisipasi padatnya tahapan Pemilu 2024.

Langkah tersebut dilakukan dengan cara memberikan imbauan kepada sejumlah stakeholder (pemangku kepentingan-red) pemilu hingga mekanisme pelaksanaan pengawasan yang akan dilakukan oleh jajaran sekretariat Bawaslu Babel,

“Penting untuk kita melakukan koordinasi yang baik antara pimpinan dan kesekretariatan guna memfasilitasi hal yang dibutuhkan dalam pengawasan tahapan Pemilu. Seperti provinsi sudah melakukan imbauan, harapannya Bawaslu kabupaten/kota melakukan hal yang sama,” ujar Ketua Bawaslu Babel, Osykar saat menyampaikan sambutan, di ruang rapat Kantor Bawaslu Babel, Jumat (9/2).

Ia juga menyoroti antisipasi pengawasan pemilu di daerah blankspot dan bentuk potensi lainnya.

Sehingga apabila ditemukan dugaan pelanggaran dapat ditangani dengan satu persepsi pemahaman yang sama antara sesama pengawas pemilu.

Sementara itu, anggota Bawaslu Babel Sahirin menyoroti padatnya tahapan pemilu dalam satu pekan.

Ia menilai ada tiga tahapan yang sama selama sepekan yang wajib diantisipasi bentuk pengawasannya,

“Menjelang pemungutan dan penghitungan suara ada tiga tahapan yang berdekatan dalam satu pekan. Mulai dari masa kampanye yang sudah memasuki hari-hari terakhir, karena di tahapan ini ada laporan yang harus disampaikan peserta pemilu. Kemudian tahapan masa tenang, dimana ada fungsi pencegahan berbentuk administrasi seperti imbauan bahwa tidak ada kampanye dimasa tenang sampai kepada pembagian c1 pemberitahuan dan lokasi TPS serta tahapan pemungutan dan penghitungan suara,” jelas Sahirin.

Koordinator Divisi Pencegahan, Humas dan Parmas Bawaslu Babel itu juga menyampaikan, pentingnya koordinasi kepada pihak eksternal diluar dari stakeholder pemilu.

Ia mencontohkan, koordinasi mengenai sistem kelistrikan ke PLN dan sinyal provider ke sejumlah perusahaan telekomunikasi yang ada di Bangka Belitung.

Di Akhir diskusi Sahirin mengajak, jajaran pengawas pemilu melakukan patroli lapangan mulai dari tahapan masa tenang.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dugaan pelanggaran termasuk siaga dalam hal penerimaan laporan,

“Terakhir harus melakukan patroli dan dihari pungut hitung harus dipastikan jangan semuanya di lapangan. Harus ada Call Center dan siaga di kantor untuk menjawab pertanyaan dan potensi laporan dugaan pelanggaran,” pungkas Sahirin. (*/rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *