WARTABANGKA.ID, TOBOALI – Puluhan pemilik Ponton Isap Produkai (PIP) mendatangi posko penimbangan yang dikerjakan salah satu perusahaan mitra PT Timah Tbk di wilayah Sukadamai, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Selasa (9/1).
Kedatangan puluhan warga tersebut meminta keadilan atas tidak dilibatkannya sejumlah unit PIP mereka yang saat ini tengah dikerjakan oleh perusahaan mitra plat merah itu dalam pengambilan bijih timah di kawasan perairan Sukadamai.
Bahkan, informasi yang dihimpun, aktivitas yang kini telah berjalan itu diduga belum pernah dilakukannya sosialisasi kepada masyarakat sekitar.
Menurut salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan saat puluhan warga yang mendatangi posko penimbangan hasil produksi biji timah yang dikelola mitra PT Timah itu, sempat terjadi argumen dengan pengurus atau orang yang ditugaskan di lapangan..
“Warga meminta keadilan atas tidak terlibatkan sejumlah PIP mereka dan memprotes tidak adanya sosialisasi sebelum berkativitas serta mempertanyakan kompensasi kepada warga yang terdampak dari aktivitas oleh CV mitra PT Timah Tbk,” katanya.
Sementara itu, Lurah Tanjung Ketapang Sunarno saat dikonfirmasi terkait adanya aksi puluhan warga Sukadamai tersebut mengaku tidak mengetahui.
“Saya tidak tahu adanya aksi tuntuntan dari puluhan warga Sukadamai atau Payaubi di posko penimbangan CV mitra PT Timah Tbk. Karena memang, selama ini pihak PT Timah Tbk maupun mitranya tidak pernah berkomunikasi terkait aktivitas di perairan laut Sukadamai yang mana telah beroperasi selama sepekan ini,” kata Sunarno.
Kendati demikian, disinggung terkait sosialisasi, Ia menjelaskan bahwa, tidak tahu apakah pernah ataupun tidaknya dilakukan sosialisasi oleh mitra PT Timah Tbk.
“Nah, saya tidak tahu juga, apakah sudah dilakukan sosialisasi atau belumnya, karena tidak pernah berkomunikasi dan dilibatkan terkait aktivitas di perairan laut Sukadamai oleh mitra PT Timah Tbk,” pungkasnya. (Ang)












