Kasus Dugaan Korupsi Sertifikat Tanah Transmigrasi di Desa Jebus, Kejari Babar Tetapkan 6 Tersangka

WARTABANGKA.ID, MUNTOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat (Babar) menetapkan 6 tersangka atas kasus dugaan korupsi sertifikat tanah transmigrasi di Desa Jebus, Kecamatan Jebus. Akibat kasus dugaan korupsi ini kerugian negara ditaksir mencapai Rp5,6 miliar.

Dari 6 orang tersangka tersebut 3 diantaranya berstatus aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Babar.  Mereka yakni ST menjabat Kabid Transmigran, RF menjabat Kasi Penyiapan dan Pembangunan Permukiman Transmigran serta IN Kasi Pengembangan Pengawasan Transmigran Kantor DPM Nakertrans, HN mantan Kepala Desa Jebus, AP alias BB seorang PHL Transmigran di DPM Nakertrans dan AN mantan PHL di Kantor ATR/BPN Babar.

Kajari Babar, Wawan Kustiawan menjelaskan keenam tersangka ini diduga melakukan manipulasi sebanyak 105 sertifikat tanah yang memiliki luas yang bervariasi. Para tersangka menggunakan nama warga setempat akan tetapi sertifikat tersebut tidak diserahkan ke warga tersebut.

“Saat ini kita belum melakukan penahanan terhadap keenam tersangka tersebut. Tim penyidik perlu melakukan penahanan atau tidak nanti setelah pemeriksaan,” kata Wawan, saat konferensi pers di Kantor Kejari Babar, Jumat (17/3).

Sementara, Kasi Pidsus Kejari Babar,  Anton Sujarwo mengungkapkan para tersangka diduga mengetahui jika di tanah transmigrasi tersebut masih ada lahan tersisa, sehingga mereka secara bersama – sama berinisiatif menguasai lahan tersebut menggunakan identitas Kartu Keluarga (KK) dan KTP ibu – ibu di desa setempat.

“Awalnya memang program ini 68 KK untuk 326 sertifikat, berarti pada realisasinya di lapangan dibuat 436. Artinya ada 105 sertifikat atas nama ibu-ibu,” ungkap Anton.

Anton menambahkan dari penggeledahan Tim Penyidik Kejari di Kantor DPM Nakertrans beberapa waktu lalu, pihaknya menemukan 19 sertifikat tanah.

“Sedangkan dari pemeriksaan mantan Kepala Desa Jebus ditemukan 10 sertifikat dan 2 lainnya didapat dari gadai lahan kepada warga. Sementara sisanya tidak ditemukan lagi,” tukasnya. (IBB)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *